Obesitas Sulit Dikendalikan? Bariatrik Dapat Membantu Menurunkan Risiko Diabetes, Stroke, dan Penyakit Jantung

Oleh: Amaliarf 17 Juni 2026 12:02:08
0 Komentar 15 Penonton

Benarkah bariatrik bisa menjadi solusi? Simak fakta medis dan kriterianya di sini.

Pernah merasa mudah lelah saat naik tangga, sering sesak saat berjalan jauh, atau hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah mulai meningkat?

Banyak orang menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari bertambahnya usia. Padahal, bisa jadi tubuh sedang memberikan sinyal bahwa kelebihan berat badan telah mulai memengaruhi kesehatan secara serius.

Obesitas bukan hanya tentang angka di timbangan atau ukuran pakaian yang semakin besar. Di balik itu, terdapat risiko berbagai penyakit kronis yang dapat mengurangi kualitas hidup bahkan meningkatkan risiko kematian dini. Karena itu, obesitas kini diakui sebagai salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius.

Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah kondisi ketika tubuh mengalami penumpukan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini biasanya dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, serta evaluasi medis lainnya.

Saat ini, angka obesitas terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan pola makan, konsumsi makanan tinggi kalori, kurangnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sedentari menjadi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus obesitas.

Yang perlu dipahami, obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Obesitas merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh.

Fakta Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia.

Beberapa fakta penting tentang obesitas antara lain:

  • Obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
  • Risiko stroke lebih tinggi pada individu dengan obesitas.
  • Obesitas menjadi faktor risiko utama diabetes melitus tipe 2.
  • Kelebihan berat badan dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Obesitas berkaitan dengan beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, payudara, dan endometrium.
  • Risiko gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea meningkat pada penderita obesitas.
  • Obesitas dapat memicu gangguan sendi, nyeri lutut, hingga penurunan kualitas hidup.

Semakin lama obesitas dibiarkan tanpa penanganan, semakin besar kemungkinan munculnya komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Mengapa Berat Badan Sulit Turun?

Tidak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai program diet dan olahraga tetapi berat badan tetap sulit turun atau kembali naik setelah berhasil diturunkan.

Hal ini karena obesitas merupakan kondisi yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Faktor Metabolisme, setiap orang memiliki kemampuan metabolisme yang berbeda. Pada sebagian individu, tubuh lebih mudah menyimpan kalori menjadi lemak.
  2. Faktor Hormonal. Gangguan hormon tertentu dapat memengaruhi rasa lapar, nafsu makan, serta proses pembakaran energi.
  3. Faktor Genetik. Riwayat obesitas dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi yang sama.
  4. Faktor Gaya Hidup. Kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang tidur, serta stres berkepanjangan dapat mempercepat peningkatan berat badan.

Karena itu, penanganan obesitas membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada diet semata.

Bariatrik, Salah Satu Solusi Penanganan Obesitas

Bagi sebagian pasien dengan obesitas sedang hingga berat, terutama yang telah disertai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan metabolik lainnya, terapi bariatrik dapat menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan oleh dokter.

Bariatrik merupakan metode penanganan obesitas yang bertujuan membantu menurunkan berat badan secara efektif sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan yang berkaitan dengan obesitas.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi bariatrik dapat memberikan manfaat berupa:

  • Membantu penurunan berat badan yang lebih signifikan.
  • Membantu mengontrol diabetes melitus tipe 2.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Membantu memperbaiki tekanan darah tinggi.
  • Mengurangi risiko komplikasi akibat obesitas.
  • Meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan beraktivitas sehari-hari.

Yang perlu dipahami, bariatrik bukan sekadar tindakan untuk menurunkan berat badan. Tujuan utamanya adalah memperbaiki kesehatan secara menyeluruh dan menurunkan risiko penyakit yang disebabkan oleh obesitas.

Siapa yang Bisa Menjalani Tindakan Bariatrik?

Tidak semua orang dengan kelebihan berat badan memerlukan tindakan bariatrik. Terapi ini ditujukan bagi pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu dan telah menjalani evaluasi oleh tim dokter.

Secara umum, bariatrik dapat dipertimbangkan pada pasien dengan:

IMT ≥ 40 kg/m² (Obesitas Morbid)

Pasien dengan kategori obesitas berat memiliki risiko tinggi mengalami berbagai komplikasi kesehatan.

Sebagai gambaran, seseorang dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan sekitar 109 kg atau lebih sudah memiliki IMT sekitar 40 kg/m².

IMT ≥ 35 kg/m² Disertai Penyakit Penyerta (Komorbid)

Bariatrik juga dapat menjadi pilihan pada pasien dengan obesitas yang disertai kondisi seperti:

  • Diabetes melitus tipe 2
  • Hipertensi
  • Sleep apnea
  • Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Perlemakan hati (fatty liver)

Sebagai contoh, seseorang dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan sekitar 95 kg sudah memiliki IMT sekitar 35 kg/m².

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah berat badan seseorang termasuk ideal, berlebih, atau obesitas adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).

Rumus

IMT = Berat Badan (kg) ÷ (Tinggi Badan (m) × Tinggi Badan (m))

atau

IMT = Berat Badan (kg) ÷ Tinggi Badan² (m²)

Contoh Perhitungan

Seseorang memiliki:

  • Berat badan: 95 kg
  • Tinggi badan: 165 cm (1,65 m)

Maka:

IMT = 95 ÷ (1,65 × 1,65)

IMT = 95 ÷ 2,72

IMT = 34,9 kg/m²

Hasil tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut sudah masuk kategori obesitas dan perlu melakukan evaluasi kesehatan lebih lanjut.

 

Kategori IMT untuk orang Dewasa

Berat badan kurang < 18,5
Normal 18,5 - 24,9
Kelebihan berat badan 25 - 29,9
Obesitas Derajat I 30 - 34,9
Obesitas Derajat II 35 - 39,9
Obesitas Morbid ≥ 40

Perlu diingat bahwa IMT hanya merupakan alat skrining awal. Penilaian obesitas tetap perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan lingkar perut, komposisi tubuh, riwayat penyakit, serta evaluasi dokter untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan yang lebih akurat.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi Mengenai Bariatrik?

Jika hasil perhitungan IMT menunjukkan angka 35 kg/m² atau lebih disertai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau sleep apnea, atau 40 kg/m² ke atas meskipun tanpa penyakit penyerta, maka Anda dapat berkonsultasi dengan tim layanan bariatrik RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk mengetahui apakah terapi bariatrik merupakan pilihan yang sesuai.

Pasien yang telah menjalani diet, olahraga, perubahan gaya hidup, maupun terapi medis secara konsisten tetapi belum mendapatkan hasil yang optimal dapat dipertimbangkan untuk terapi bariatrik setelah evaluasi menyeluruh.
Baca juga: Operasi Bariatrik Solusi untuk Menunjang Kesehatan dan Mengatasi Obesitas

Mengapa Bariatrik Menjadi Pilihan bagi Sebagian Pasien?

Pada banyak kasus, obesitas tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memengaruhi kesehatan metabolik secara keseluruhan.

Ketika berat badan berhasil diturunkan melalui terapi yang tepat, berbagai penyakit penyerta juga berpotensi membaik. Karena itu, bariatrik menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang mengalami:

  • Obesitas dengan risiko komplikasi tinggi.
  • Diabetes yang sulit terkontrol.
  • Hipertensi akibat obesitas.
  • Gangguan tidur seperti sleep apnea.
  • Penurunan kualitas hidup akibat berat badan berlebih.
  • Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang meningkat.

Namun keputusan tindakan tetap harus berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh oleh tim medis.

Penanganan Bariatrik yang Komprehensif di RS Roemani Muhammadiyah Semarang

Penanganan obesitas tidak dapat dilakukan oleh satu dokter saja. Diperlukan kolaborasi berbagai disiplin ilmu untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang aman, tepat, dan berkelanjutan.

Di RS Roemani Muhammadiyah Semarang, layanan bariatrik dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis berpengalaman sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

Tindakan Bariatrik Ditangani oleh Dokter Subspesialis Bedah Digestif

Prosedur bariatrik di RS Roemani Muhammadiyah Semarang ditangani oleh dr. Abdul Mughni, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif yang memiliki kompetensi dalam penanganan kasus-kasus saluran cerna, termasuk tindakan bariatrik untuk pasien obesitas yang memenuhi kriteria medis.

Sebelum tindakan dilakukan, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh guna memastikan prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasien.

Pendampingan Gizi Sebelum dan Sesudah Bariatrik

Keberhasilan terapi bariatrik tidak hanya ditentukan oleh tindakan operasinya, tetapi juga perubahan pola hidup yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, pasien akan mendapatkan pendampingan dari dr. Aulia Parvasani, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

Peran dokter gizi klinik meliputi:

  • Evaluasi status gizi sebelum tindakan.
  • Penyusunan program nutrisi pra-operasi.
  • Edukasi perubahan pola makan setelah tindakan bariatrik.
  • Pemantauan kecukupan nutrisi selama proses penurunan berat badan.
  • Pendampingan jangka panjang untuk membantu mempertahankan hasil terapi.

Pendampingan ini sangat penting untuk membantu pasien mencapai target berat badan yang sehat sekaligus mencegah kekurangan nutrisi setelah tindakan.

Evaluasi Penyakit Penyerta oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Banyak pasien obesitas juga mengalami penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan metabolik lainnya.

Karena itu, pasien akan menjalani evaluasi bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh, mengoptimalkan pengobatan penyakit penyerta, serta memastikan pasien siap menjalani prosedur bariatrik dengan aman.

Didukung Tim Medis yang Kompeten dan Terintegrasi

Selain dokter bedah digestif dan dokter gizi klinik, layanan bariatrik RS Roemani juga didukung oleh tim multidisiplin yang kompeten, meliputi:

  • Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  • Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
  • Dokter Spesialis Paru
  • Dokter Spesialis Anestesi
  • Dokter Rehabilitasi Medik
  • Perawat terlatih
  • Tim penunjang diagnostik dan laboratorium

Kolaborasi antarspesialis ini memungkinkan pasien mendapatkan pelayanan yang komprehensif mulai dari tahap skrining, persiapan tindakan, prosedur bariatrik, hingga pemantauan pasca tindakan.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, tujuan layanan bariatrik di RS Roemani Muhammadiyah Semarang bukan hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup pasien, mengendalikan penyakit penyerta, serta mengurangi risiko komplikasi serius seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung di masa mendatang.

Bariatrik Bukan Jalan Pintas Menjadi Kurus

Masih banyak masyarakat yang menganggap bariatrik sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan. Faktanya, bariatrik adalah bagian dari terapi medis yang bertujuan mengatasi obesitas dan memperbaiki kondisi kesehatan pasien.

Keberhasilan terapi tetap membutuhkan komitmen pasien untuk menjalani pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, kontrol rutin, serta mengikuti arahan tim medis.

Dengan pendampingan yang tepat, banyak pasien tidak hanya berhasil menurunkan berat badan, tetapi juga mengalami perbaikan kondisi diabetes, hipertensi, gangguan metabolik, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Jangan Tunggu Komplikasi Terjadi

Obesitas bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah berbagai komplikasi serius di kemudian hari.

Jika Sobat Roemani mengalami obesitas atau memiliki penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, konsultasikan dengan tim layanan bariatrik RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

Melalui layanan bariatrik yang komprehensif dan didukung oleh tim dokter multidisiplin, RS Roemani Muhammadiyah Semarang siap membantu Sobat Roemani menuju berat badan yang lebih sehat dan kualitas hidup yang lebih baik.

Infomasi tarif dan layanan, silahkan menghubungi berikut ini

 Informasi dan Kontak

📍  RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
Hotline Layanan: 024-8444623 | 0895 3146 4260 ( Customer Service)
Marketing (rekanan & kerja sama): 0812 2691 6238


Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang

Rumah Sehat Keluarga Islami


 

Tags:
obesitas bariatrik Semarang layanan bariatrik RS Roemani operasi bariatrik semarang operasi bariatrik rs roemani Rumus IMT cara menghitung BMI rumus cek bmi rumus imt

Tidak ada Komentar

Komentar Baru