Di era digital saat ini, penggunaan gadget seperti menatap layar Hp, komputer, atau televisi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian. Hampir aktivitas setiap hari dilakukan melalui layar digital mulai dari bekerja, belajar, hingga mencari hiburan. Namun, durasi penggunaan layar atau screen time yang tidak terkendali dapat membawa dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental. Menurut World Health Organization (WHO) penggunaan perangkat digital dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mata seperti mata lelah digital (digital eye strain), mata kering, hingga risiko rabun jauh (myopia). Oleh karena itu, masyarakat harus bijak dalam penggunaan layar digital terutama orang tua yang sudah memberikan gadget pada anaknya.
Apa itu Screen Time?
Screen time merupakan jumlah waktu yang dihabiskan seseorang untuk menatap layar digital seperti Hp, laptop, komputer, maupun televisi. Biasanya aktivitas ini dilakukan berulang seperti belajar, bekerja, bermain games, menonton, bahkan untuk mencari hiburan. Namun, di era digital ini screen time sudah menjadi kebiasaan sehari-hari sehingga perlu adanya batas penggunaan gadget. Dampak screen time berlebihan sangat berpengaruh pada kesehatan terutama pada kesehatan mata.
Dampak Utama pada Kesehatan Mata
Mata sering kali menjadi organ yang paling pertama merasakan dampak dari paparan layar yang lama.
- Mata Kering: Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi awal munculnya gangguan mata yang lebih serius. Jka mata kering dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, dapat berisiko menyebabkan peradangan pada konjungtiva, luka pada kornea, hingga kerusakan permanen pada permukaan mata.
- Digital Eye Strain: merupakan kelelahan mata digital, kondisi ini ditandai dengan mata kering, gatal, sensasi benda asing, mata berair, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Kondisi ini merupakan alarm pertama yang sering diabaikan sebagai hal "biasa".
- Miopia (Rabun Jauh): adalah gangguan penglihatan ketika seseorang dapat melihat benda dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat benda yang letaknya jauh.
Dampak pada Postur dan Kesehatan Fisik Lainnya
Selain mempengaruhi kesehatan pada mata penggunaan gadget yang berlebihan mempengaruhi bagian tubuh lainnya seperti:
- Masalah Muskuloskeletal: Kebiasaan membungkuk saat menatap ponsel dapat menyebabkan nyeri pada leher, bahu, dan punggung akibat postur tubuh yang tidak ideal.
- Risiko Obesitas: Kebiasaan kurang melakukan aktivitas fisik (sedentary) saat menggunakan layar digital dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan atau obesitas.
- Menurunnya konsentrasi dan produktivitas: Penggunaan gadget yang terlalu lama dapat membuat seseorang lebih mudah terdistraksi, sulit fokus saat belajar, sehingga kemampuan untuk memahami pelajaran, menyelesaikan tugas, maupun mengatur waktu menjadi menurun.
Langkah Bijak Mengelola Screen Time

Untuk mengurangi dampak negatif screen time terhadap kesehatan mata dan tubuh, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari:
- Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, kemudian alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata.
- Atur Jarak dan Cahaya: Pastikan posisi mata sejajar dengan layar dengan jarak mata dengan layar minimal 50-70 cm dan atur pencahayaan ruangan agar tidak terlalu redup maupun terlalu terang.
- Hindari Layar Sebelum Tidur: Batasi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum waktu tidur karena cahaya layar dapat mengganggu melatonin (hormon tidur).
- Nutrisi yang Cukup: Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, E, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan mata.
- Jaga Kelembapan Mata: Biasakan berkedip lebih sering saat menatap layar, serta gunakan tetes mata (artificial tears) jika mata sudah terasa kering, terutama di ruangan ber-AC.
Dengan membatasi waktu layar dan tetap aktif bergerak, kita dapat menjaga kesehatan mata dan kualitas hidup tetap optimal di tengah era digital ini. Jika mata mulai terasa perih, cepat lelah, sering berair, penglihatan kabur, atau muncul sakit kepala setelah menatap layar terlalu lama, segera lakukan pemeriksaan sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Konsultasikan kesehatan mata Sobat bersama dokter spesialis di Poli Mata RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Lokasi dan Informasi Layanan
📍 Instalasi Poliklinik – RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Jl. Wonodri No 22, Semarang
☎️ (024) 8444625 / 8444626
📱 WhatsApp Customer Service: 089531464260
📅Cek jadwal Poliklinik RS Roemani
📅 Pendaftaran Online RS Roemani
Buka
Senin - Jumat 07.00 - 21.00
Sabtu 07.00 - 19.00
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Rumah Sehat Keluarga Islami
Referensi
- EyeQu Lasik & Eye Center. (n.d). Dampak Negatif Screen Time Terlalu Lama dan Cara Mengatasinya. Diakses dari https://eyequ.com/artikel/dampak-negatif-screen-time-terlalu-lama-dan-cara-mengatasinya
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Apa yang Terjadi Saat Tidur? Ini Pentingnya Tidur untuk Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-yang-terjadi-saat-tidur-ini-pentingnya-tidur-untuk-tumbuh-kembang-anak
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Kebiasaan yang Tidak Disadari Dapat Merusak Mata. Diakses dari https://kemkes.go.id/eng/kebiasaan-yang-tidak-disadari-dapat-merusak-mata
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Menjaga Kesehatan Mata Anak SD di Era Digital. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3710/menjaga-kesehatan-mata-anak-sd-di-era-digital
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Tips Penting bagi Pengguna Ponsel untuk Merawat Kesehatan Mata. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/tips-penting-bagi-pengguna-ponsel-untuk-merawat-kesehatan-mata
Tidak ada Komentar